Jumat, 06 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

MMA IMPACT Indonesia 2026 Dorong Pemasaran Jadi Penggerak Pertumbuhan Bisnis

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 06 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Sesi diskusi dalam MMA IMPACT Indonesia 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Sesi diskusi dalam MMA IMPACT Indonesia 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Foto: Dok. MMA Indonesia

PahamEkonomi.com - Marketing and Media Alliance (MMA) Indonesia mengajak para pemimpin bisnis memperkuat peran pemasaran sebagai penggerak pertumbuhan dan penciptaan nilai perusahaan melalui penyelenggaraan MMA IMPACT Indonesia 2026. Forum yang berlangsung di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (5/11/2026), tersebut mengangkat tema "Advancing Marketers’ Ability to Create Value".

Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 30 pemimpin pemikiran dan pakar senior dari berbagai sektor industri. Pesertanya mencakup chairperson, jajaran eksekutif, direktur, pemilik perusahaan, pendiri bisnis, hingga pengambil keputusan strategis.

Melalui berbagai sesi diskusi dan pemaparan berbasis bukti, forum tersebut membahas bagaimana strategi pemasaran dapat memberikan kontribusi nyata terhadap performa bisnis. Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya menempatkan pemasaran dan periklanan sebagai bagian dari pengambilan keputusan di tingkat direksi, dengan ukuran keberhasilan yang mengacu pada hasil bisnis.

AI dan kepercayaan konsumen membentuk masa depan pemasaran

Perkembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam mempercepat pertumbuhan berbagai sektor.

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan bernilai 600 miliar dollar AS pada 2030. Sementara itu, studi Kearney dan EDBI memperkirakan pemanfaatan AI dapat memberikan tambahan hingga 12 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), atau setara 366 miliar dollar AS pada periode yang sama.

Sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan kontribusi signifikan. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat investasi di sektor ini mencapai 11,32 miliar dollar AS, dengan pertumbuhan sebesar 6,86 persen atau 1,75 poin persentase di atas pertumbuhan nasional. Industri tersebut turut menyerap 27,4 juta tenaga kerja, yang mayoritas berasal dari kelompok talenta muda.

Di tengah perubahan tersebut, kemampuan pemimpin memahami dan mengadopsi AI menjadi faktor penting bagi daya saing perusahaan. Gartner menyebut organisasi yang mengutamakan literasi AI di tingkat eksekutif memiliki kinerja keuangan 20 persen lebih tinggi. Selain itu, sebanyak 60 persen merek diperkirakan akan memanfaatkan agentic AI untuk membangun interaksi pelanggan yang lebih personal pada 2028.

Transformasi teknologi juga memengaruhi pola belanja masyarakat. Social commerce berkembang menjadi salah satu kanal dengan pertumbuhan pesat. WARC Media mencatat belanja iklan media sosial meningkat dua kali lebih cepat dibandingkan kanal digital lainnya. Adapun Rakuten Insight pada 2023 menemukan bahwa 44 persen masyarakat Indonesia pernah membeli produk melalui media sosial dalam satu tahun terakhir.

Namun, kemudahan transaksi digital perlu diimbangi dengan kepercayaan konsumen. Laporan Edelman 2026 menunjukkan 88 persen konsumen menganggap kepercayaan terhadap merek sebagai faktor penting atau krusial dalam keputusan pembelian. Angka tersebut memiliki posisi setara dengan kualitas dan nilai produk.

Temuan NielsenIQ juga memperlihatkan 60 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk mendapatkan kualitas. Sementara itu, survei Kantar yang dikomisikan Meta mengungkapkan 87 persen konsumen mengharapkan komunikasi yang dipersonalisasi dari perusahaan atau merek yang mereka gunakan.

Dalam konteks tersebut, pemasaran memiliki fungsi strategis untuk menghubungkan kepercayaan konsumen dengan peningkatan nilai perusahaan. Pada paparan pembukaan MMA Possible 2026, Greg Stuart menyampaikan bahwa distribusi mampu menghasilkan dampak penjualan 67 kali lebih besar dibandingkan iklan. Ia juga menyoroti potensi pengukuran prediktif dalam meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan hingga 10 persen.

Ali Berawi soroti pentingnya cerita manusia di tengah perkembangan AI

Salah satu agenda utama MMA IMPACT Indonesia 2026 adalah keynote dari Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Prof Mohammed Ali Berawi sebagai Tamu Kehormatan.

Dalam sesi bertajuk "The Power of Human Storytelling in a World Hungry for Meaning", Ali Berawi menekankan bahwa kekuatan manusia dalam menyampaikan cerita tetap menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, AI dapat mempercepat proses produksi, tetapi keunikan cerita lokal tetap menjadi modal penting untuk membawa kreativitas nasional ke pasar internasional.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif sejalan dengan agenda prioritas nasional Asta Cita, terutama dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif. Ekonomi digital juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif tersebut.

Dari sisi ekspor, fesyen dengan nilai 16,37 miliar dollar AS dan kriya sebesar 12,03 miliar dollar AS tercatat sebagai dua kontributor terbesar.

Ali Berawi turut menguraikan tiga prinsip utama dalam membangun cerita pada era AI. Pertama, cerita yang memiliki makna harus berangkat dari pengalaman manusia. Kedua, autentisitas menjadi pembeda di tengah derasnya produksi konten. Ketiga, cerita yang dibagikan bersama dapat berkembang menjadi gerakan kolektif.

"Ekonomi kreatif Indonesia mencerminkan kekuatan masyarakatnya, yaitu budaya, imajinasi, dan kisah yang mereka bawa. Ketika kecerdasan artifisial mempercepat produksi konten, nilai sejati tetap berakar pada empati, autentisitas, dan kekayaan intelektual manusia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (6/11/2026).

Melalui inisiatif Creative by Indonesia, ia berharap forum MMA IMPACT Indonesia 2026 dapat membantu memperluas jangkauan cerita dan karya kreatif nasional. Dengan demikian, kreativitas Indonesia semakin dikenal dan memperoleh kepercayaan, baik dari masyarakat domestik maupun audiens global.

Greg Stuart dorong pemasaran berbasis data dan bukti

Global Chief Executive Officer MMA Greg Stuart hadir langsung dari New York, Amerika Serikat, untuk membuka forum tersebut. Kehadirannya sekaligus menandai penguatan keterlibatan MMA dalam perkembangan industri pemasaran Indonesia.

Dalam sesi "The Age of Opinion in Marketing Is Ending", Stuart membahas peluang Chief Marketing Officer (CMO) untuk memperoleh posisi yang lebih strategis di jajaran direksi. Menurutnya, CMO memiliki tanggung jawab besar terhadap pertumbuhan perusahaan sehingga berada dalam posisi yang tepat untuk berkontribusi pada keputusan bisnis tingkat tinggi.

Untuk mewujudkan peran tersebut, pemimpin pemasaran perlu memiliki pemahaman AI serta menggunakan asumsi dan landasan keputusan yang didukung bukti. Dengan pendekatan itu, pemanfaatan AI dapat memperkuat strategi yang telah terbukti memberikan hasil positif.

Stuart juga menilai kolaborasi antara merek, agensi, platform, dan peneliti melalui aliansi industri menjadi langkah penting untuk membangun sistem pengukuran dampak pemasaran yang lebih terukur dan dapat diprediksi.

"Pemasaran adalah mesin pertumbuhan perusahaan, dan pengetahuan untuk membuktikan nilainya sudah tersedia. Ketika para pemimpin menerapkan bukti tersebut, mengukur dampak melalui eksperimen, dan menggunakan AI di atas asumsi yang solid, kontribusi pemasaran menjadi dapat diprediksi dan terlihat dalam nilai perusahaan,” ujar Greg Stuart.

Ia menambahkan bahwa pelaku industri pemasaran Indonesia memiliki peluang untuk memimpin perubahan tersebut. Melalui kolaborasi dalam MMA, ia berharap berbagai pemangku kepentingan dapat bersama-sama membangun masa depan pemasaran yang lebih terukur.

Sutanto Hartono: Kreativitas menjadi modal menghadapi tantangan bisnis

Sementara itu, Chief Executive Officer EMTEK Media dan Vidio sekaligus Chairperson MMA Indonesia Sutanto Hartono menjelaskan makna tema MMA IMPACT Indonesia 2026 dari perspektif kepemimpinan perusahaan.

Menurut Sutanto, penciptaan nilai melalui pemasaran harus menghasilkan dampak komersial yang dapat diukur. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pembukaan segmen konsumen baru, pengembangan proposisi nilai yang berbeda, hingga penciptaan sumber pendapatan tambahan.

Ia mengakui bahwa kondisi bisnis di kawasan masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, situasi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menggabungkan kreativitas dengan kemampuan beradaptasi secara cepat.

"Masa sulit tetap membuka ruang pertumbuhan dan memberi ganjaran bagi brand yang bergerak dengan gesit dan kreatif. Dari segmen baru hingga model monetisasi baru, brand Indonesia membuktikan bahwa pemasaran mampu menciptakan nilai yang jauh melampaui likes dan jangkauan,” ujar Sutanto.

Ia berharap MMA IMPACT dapat menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi yang berhasil diterapkan pelaku industri sekaligus mendorong peningkatan standar pemasaran di Indonesia.

Shanti Tolani tekankan keseimbangan AI dan pemahaman konsumen

Country Head dan Board Director MMA Indonesia Shanti Tolani turut menyoroti kompetensi yang dibutuhkan para pemimpin bisnis untuk menciptakan nilai pada masa mendatang.

Menurutnya, keberhasilan pemimpin tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan AI, tetapi juga kecakapan menerjemahkan teknologi tersebut menjadi pertumbuhan bisnis yang terukur. Pemahaman terhadap budaya lokal, pemeliharaan kepercayaan konsumen, serta pembentukan tim kepemimpinan yang memiliki literasi AI menjadi aspek penting.

“Pemasaran bekerja paling baik ketika sains dan seni bergerak beriringan, dan sebagai aliansi, kami hadir untuk membantu industri tumbuh dan melangkah maju sebagai satu kesatuan," ujar Shanti.

Sejalan dengan tema yang diangkat, MMA IMPACT Indonesia 2026 mendorong perusahaan untuk memandang pemasaran sebagai investasi strategis bagi pertumbuhan. Setiap inisiatif pemasaran diharapkan memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan standar pembuktian setara dengan fungsi bisnis lainnya.

Informasi lebih lanjut mengenai agenda dan pendaftaran MMA dapat diakses melalui situs resmi penyelenggara.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update