Kamis, 05 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

Grab Catat 57,2 Juta Pengguna Bulanan, Pendapatan Kuartal III/2026 Naik 27%

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 05 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Logo Grab terlihat di jaket mitra driver Grab
Logo Grab terlihat di jaket mitra driver Grab Foto: Dok. video Grab

PahamEkonomi.com - Grab Holdings Limited mencatatkan rekor 57,2 juta pengguna bertransaksi bulanan atau monthly transacting users (MTU) pada kuartal III/2026. Jumlah tersebut meningkat 20% secara tahunan atau year-on-year (YoY), sekaligus mendorong pendapatan konsolidasi perusahaan tumbuh 27% menjadi US$1,112 miliar.

Kinerja tersebut dicapai di tengah tantangan kenaikan harga bahan bakar dan dinamika makroekonomi di Asia Tenggara. Pertumbuhan pengguna aktif serta peningkatan aktivitas dalam ekosistem digital Grab turut memperkuat kinerja operasional dan profitabilitas perusahaan.

Melihat capaian tersebut, Grab menaikkan proyeksi pendapatan dan laba operasional yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) untuk keseluruhan 2026.

Group Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder Grab, Anthony Tan, mengatakan peningkatan jumlah pengguna mencerminkan kuatnya permintaan terhadap layanan yang tersedia di platform perusahaan.

“Kami melayani 57 juta pengguna aktif bulanan yang rutin bertransaksi di platform pada kuartal ini, di tengah tingginya biaya bahan bakar di kawasan,” kata Anthony Tan dalam siaran pers, Kamis (5/11/2026).

Ia menambahkan, semakin banyak konsumen yang menggunakan layanan Grab dibandingkan periode sebelumnya. Skala dan efisiensi jaringan memungkinkan perusahaan menawarkan layanan dengan harga lebih terjangkau, sekaligus membuka peluang pendapatan bagi mitra pengemudi dan merchant melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta akses pembiayaan.

“Asia Tenggara terus menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat secara global dan tingkat penetrasinya masih tergolong rendah. Kami akan mempercepat strategi lintas platform untuk menangkap peluang ini dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan serta profitable bagi Grab," lanjut Anthony.

GMV Pengantaran dan Mobilitas Sama-Sama Meningkat

Peningkatan aktivitas pengguna turut mendorong nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) segmen On-Demand, yang mencakup layanan pengantaran dan mobilitas, naik 18% YoY menjadi US$6,835 miliar.

Segmen pengantaran, termasuk GrabFood dan layanan bahan pokok atau groceries, mencatatkan GMV sebesar US$4,5 miliar. Nilai tersebut tumbuh 21% YoY, didukung ekspansi produk makanan dan kebutuhan sehari-hari serta optimalisasi pendapatan dari bisnis iklan GrabAds.

Sementara itu, GMV segmen mobilitas meningkat 14% YoY menjadi US$2,335 miliar. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan jumlah transaksi transportasi sebesar 21% secara tahunan.

Dari sisi laba, Grab membukukan laba periode berjalan sebesar US$18 juta pada kuartal III/2026, meningkat dibandingkan US$17 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasi perusahaan melonjak 297% YoY menjadi US$108 juta. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnis utama, meskipun sebagian terpengaruh kerugian nilai wajar neto atas aset dan kewajiban keuangan nonoperasional sebesar US$57 juta.

Adapun Adjusted EBITDA Grab meningkat 73% YoY menjadi US$237 juta. Capaian tersebut memperpanjang tren pertumbuhan metrik profitabilitas ini menjadi 19 kuartal berturut-turut.

Layanan Keuangan Catat Adjusted EBITDA Positif

Chief Financial Officer Grab Peter Oey mengatakan peningkatan profitabilitas didukung perbaikan margin di seluruh segmen operasional perusahaan.

Salah satu pencapaian penting datang dari segmen Financial Services yang untuk pertama kalinya membukukan Adjusted EBITDA positif sebesar US$12 juta.

Peter juga mengungkapkan Adjusted Free Cash Flow Grab selama 12 bulan terakhir mencapai US$533 juta, atau hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan daya ungkit operasional di berbagai segmen bisnis menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperbarui proyeksi kinerja sepanjang 2026.

"Seiring daya ungkit operasional (operating leverage) yang terus meningkat di seluruh segmen utama, kami menaikkan panduan kinerja penuh tahun 2026 untuk pendapatan grup menjadi US$4,15 miliar hingga US$4,20 miliar, serta Adjusted EBITDA menjadi US$790 juta hingga US$800 juta,” kata Peter.

Target Pendapatan dan EBITDA 2026 Dinaikkan

Grab meningkatkan proyeksi pendapatan konsolidasi sepanjang 2026 dari sebelumnya US$4,10 miliar–US$4,15 miliar menjadi US$4,15 miliar–US$4,20 miliar. Rentang baru tersebut mencerminkan target pertumbuhan pendapatan sebesar 23%–25% secara tahunan.

Target Adjusted EBITDA juga dinaikkan dari US$720 juta–US$740 juta menjadi US$790 juta–US$800 juta. Perusahaan memperkirakan capaian tersebut setara dengan pertumbuhan 58%–60% YoY.

Selain memperbarui proyeksi, Grab melakukan pembelian kembali saham (buyback) senilai US$400 juta selama September hingga Oktober 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan neraca keuangan, memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, dan mengurangi jumlah saham beredar.

Di sisi lain, pembatalan rencana akuisisi foodpanda Taiwan pada Oktober 2026 menimbulkan biaya break fee sebesar US$60 juta yang akan dibukukan pada kuartal IV/2026.

Meski demikian, manajemen memastikan biaya terkait transaksi tersebut tidak mengubah proyeksi pendapatan maupun Adjusted EBITDA Grab untuk keseluruhan tahun 2026.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update