PNM dan ABPEDNAS Kolaborasi Perkuat Literasi Keuangan dan Ekonomi Desa
PahamEkonomi.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menjalin kerja sama dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) untuk memperkuat literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan dari desa yang menjadi salah satu fokus Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses edukasi keuangan, memetakan potensi dan aspirasi desa, serta mendampingi kelompok usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Masyarakat prasejahtera juga akan mendapatkan edukasi terkait pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan hukum agar semakin memahami persoalan hukum.
Penandatanganan MoU dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa, Prof. Dr. Reda Manthovani; Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang juga menjabat Dewan Pembina ABPEDNAS dan Srikandi Jaga Desa; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; serta Ketua Komite IV DPD RI Ahmad Nawardi bersama jajaran pengurus ABPEDNAS.
Melalui kesepakatan ini, PNM memperkuat sinergi dengan tiga asosiasi besar di Indonesia, yakni Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat Indonesia (ASLINMAS), ABPEDNAS, dan Srikandi Jaga Desa. Ketiganya memiliki jumlah anggota secara keseluruhan sekitar 1,2 juta orang.
Literasi Keuangan Jadi Pintu Masuk Pemberdayaan Desa
Reda Manthovani menilai kolaborasi lintas lembaga diperlukan agar program pembangunan desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi berbagai pihak dapat mendukung pemerataan ekonomi sekaligus upaya pengentasan kemiskinan.
"Mari bersama-sama menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita keempat dan keenam, membangun dari desa, dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujarnya.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan pendekatan pemberdayaan yang selama ini dijalankan perusahaan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Ia menegaskan, pembiayaan perlu disertai peningkatan pengetahuan dan kapasitas nasabah agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas. Salah satu upaya yang dilakukan PNM adalah memberikan pendampingan dan edukasi melalui pertemuan kelompok mingguan.
"Melalui pertemuan kelompok mingguan kami juga menghadirkan pendampingan dan edukasi, termasuk literasi keuangan, agar perempuan prasejahtera mampu mengelola usahanya dengan lebih baik. Kami berharap semangat pemberdayaan ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan di desa," ungkapnya.
Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga dan Desa
Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu titik temu antara PNM dan ABPEDNAS. Melalui program Mekaar, PNM mendampingi perempuan prasejahtera untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Di sisi lain, ABPEDNAS memiliki komunitas Srikandi Jaga Desa yang mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Kesamaan fokus tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan edukasi, memperkuat jejaring komunitas, serta mengoptimalkan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan lingkungan.
Melalui kolaborasi ini, penguatan literasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman masyarakat, tetapi juga berlanjut pada pengembangan usaha dan peningkatan kemandirian ekonomi desa.
