Rabu, 04 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

Bisnis-27 Dibuka Melemah 0,73%, Saham BRMS, DEWA, ENRG, dan INCO Berguguran

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 04 Nov 2026 👁️ 3x dibaca
Pegawai memotret papan informasi data saham di mainhall PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 266,42 poin atau 5,33% ke posisi 5.263,03. Penguatan ini terjadi setelah indeks terkoreksi sekitar 14,79% dalam dua hari perdagangan sebelumnya.
Pegawai memotret papan informasi data saham di mainhall PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 266,42 poin atau 5,33% ke posisi 5.263,03. Penguatan ini terjadi setelah indeks terkoreksi sekitar 14,79% dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Foto: Bisnis/Himawan L. Nugraha

PahamEkonomi.com - Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,73 persen ke level 346,48 pada perdagangan Rabu (4/11/2026), sejalan dengan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejumlah saham konstituen, seperti BRMS, DEWA, ENRG, dan INCO, mencatatkan penurunan cukup dalam pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan harian Bisnis Indonesia tersebut mencatat hanya empat saham menguat. Sebanyak 21 saham melemah, sedangkan dua saham lainnya bergerak stagnan.

Penurunan terdalam dialami PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang terkoreksi 5,45 persen ke Rp312 per saham.

Berikutnya, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) turun 4,50 persen ke level Rp212. Saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) melemah 4,27 persen menjadi Rp560, sedangkan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi 3,53 persen ke Rp3.010 per saham.

Tekanan juga terlihat pada IHSG. Hingga pukul 09.01 WIB, indeks komposit turun 1,29 persen ke level 4.841,14. Pada saat itu, sebanyak 83 saham menguat, 478 saham melemah, dan 402 saham tidak berubah.

IHSG Berpeluang Rebound, tetapi Masih Dibayangi Koreksi

Di tengah tekanan pasar, IHSG diproyeksikan memiliki peluang mengalami technical rebound dalam jangka pendek setelah terkoreksi cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai indeks masih berpotensi mengalami penguatan teknis menuju area resistance 4.950–4.970. Meski demikian, investor diminta tetap mencermati pergerakan indeks selama belum mampu menembus batas atas tersebut.

“Sepanjang belum break di atas 4.970, IHSG masih akan mencoba koreksi ke rentang support 4.700—4.800 terlebih dahulu,” ujar Fanny dalam publikasi riset harian BNI Sekuritas, Rabu (4/11/2026).

Pada perdagangan Selasa (3/11/2026), IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,78 persen. Tekanan tersebut turut diiringi aksi jual bersih atau net sell investor asing di pasar reguler yang mencapai sekitar Rp760 miliar.

Sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing pada perdagangan tersebut antara lain BBRI, ANTM, BUMI, TPIA, dan TINS.

Bursa Global Bergerak Beragam

Dari pasar saham global, indeks Nasdaq di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 0,83 persen. Penguatan tersebut didorong pemulihan saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan produsen semikonduktor menjelang pengumuman hasil pemilu paruh waktu AS.

Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,36 persen. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average melemah 0,38 persen.

Berbeda dengan bursa AS, pasar saham di kawasan Asia Pasifik cenderung tertekan. Investor mengambil sikap wait and see untuk mencermati arah kebijakan fiskal dan regulasi AS.

Indeks Kospi Korea Selatan tercatat anjlok 3,6 persen, sedangkan indeks Taiex Taiwan merosot 3,6 persen.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update