Vietnam Diprediksi Salip Indonesia dalam PDB per Kapita pada 2026, Ini Proyeksi IMF
PahamEkonomi.com - Vietnam diproyeksikan melampaui Indonesia dalam produk domestik bruto (PDB) nominal per kapita pada 2026. Jika proyeksi International Monetary Fund (IMF) terealisasi, Vietnam akan naik ke peringkat kelima di ASEAN, sementara Indonesia bergeser ke posisi keenam.
Berdasarkan laporan IMF edisi Oktober 2026 yang dikutip VnExpress, Jumat (30/10/2026), PDB nominal per kapita Vietnam diperkirakan mencapai 5.259 dollar AS atau sekitar Rp95 juta pada tahun ini. Angka tersebut meningkat 8,9 persen dibandingkan 2025 yang tercatat sebesar 4.829 dollar AS atau sekitar Rp87 juta.
Sementara itu, PDB per kapita Indonesia diproyeksikan sebesar 5.153 dollar AS atau sekitar Rp93 juta. Pertumbuhannya diperkirakan hanya 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5.078 dollar AS atau sekitar Rp92 juta.
Dengan perbedaan laju pertumbuhan tersebut, Vietnam diperkirakan berbalik unggul setelah pada 2025 masih tertinggal sekitar 250 dollar AS dari Indonesia.
Jika proyeksi itu terwujud, posisi Vietnam akan berada di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand dalam daftar negara ASEAN berdasarkan PDB per kapita. Indonesia pun turun satu tingkat ke peringkat keenam.
IMF memperkirakan keunggulan Vietnam berlanjut pada 2027. PDB per kapita negara tersebut diproyeksikan mencapai 5.659 dollar AS atau sekitar Rp102 juta, sedangkan Indonesia diperkirakan berada di angka 5.550 dollar AS atau sekitar Rp100 juta.
Indonesia Tetap Memiliki Ekonomi Terbesar di ASEAN
Meski diproyeksikan kalah dalam PDB per kapita, Indonesia masih menjadi negara dengan ukuran ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
IMF memperkirakan total PDB Indonesia mencapai 1,48 triliun dollar AS atau sekitar Rp26 kuadriliun pada 2026. Nilai tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan PDB Vietnam yang diproyeksikan sebesar 542 miliar dollar AS atau sekitar Rp9 kuadriliun.
Perbedaan ini penting untuk dipahami karena PDB per kapita dan total PDB mengukur hal yang berbeda. PDB per kapita merupakan nilai PDB yang dibagi jumlah penduduk, sedangkan total PDB menggambarkan ukuran keseluruhan aktivitas ekonomi suatu negara.
Karena itu, posisi Vietnam yang diproyeksikan lebih tinggi dalam PDB per kapita tidak berarti ukuran ekonominya telah melampaui Indonesia.
Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Menguat
Kenaikan proyeksi PDB per kapita Vietnam sejalan dengan laju pertumbuhan ekonominya yang relatif tinggi. Pada kuartal III-2026, ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi pertumbuhan kuartalan tercepat dalam empat tahun terakhir.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 9,01 persen. Menurut Vietnam Economic Times, capaian tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi untuk periode sembilan bulan dalam 15 tahun.
Pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi setidaknya 10 persen sepanjang 2026. Namun, proyeksi IMF masih lebih rendah, yakni sebesar 8,4 persen.
Sebagai perbandingan, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri masih berada di kisaran 5 persen.
Peneliti senior Institute of Developing Economies (IDE) Jepang, Mai Fujita, menilai investasi publik pemerintah Vietnam menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut.
Pada 2026, Vietnam mengalokasikan 1,014 kuadriliun dong atau sekitar Rp714 triliun untuk investasi publik. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, realisasi investasi publik yang bersumber dari anggaran negara mencapai sekitar 661,8 triliun dong atau sekitar Rp466 triliun.
Nilai tersebut meningkat 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan setara dengan 59,9 persen dari rencana tahunan.
Pembangunan infrastruktur turut menjadi bagian dari strategi tersebut. Sejumlah proyek jalan tol, bandara, dan fasilitas pendukung lainnya tengah dikerjakan di berbagai wilayah Vietnam.
FDI dan Ekspor Jadi Penopang Pertumbuhan
Selain belanja pemerintah, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) dan aktivitas ekspor turut mendorong perekonomian Vietnam.
Realisasi FDI di Vietnam mencapai 21,07 miliar dollar AS atau sekitar Rp382 triliun selama Januari-September 2026. Nilai tersebut tumbuh 12,1 persen secara tahunan dan menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun untuk periode yang sama.
Sementara itu, nilai FDI terdaftar melonjak 76,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 50,36 miliar dollar AS atau sekitar Rp914 triliun.
Kinerja perdagangan juga menunjukkan perkembangan kuat. Ekspor barang Vietnam mencapai 434,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp7,8 kuadriliun sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut meningkat 24,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ekspor itu turut didukung meningkatnya peran Vietnam dalam rantai produksi manufaktur berteknologi tinggi, termasuk industri semikonduktor dan elektronik.
Kombinasi investasi pemerintah, masuknya modal asing, pembangunan infrastruktur, dan ekspor menjadi sejumlah faktor yang memperkuat aktivitas ekonomi Vietnam.
Proyeksi PDB per Kapita hingga 2030
IMF memperkirakan jarak PDB per kapita Vietnam dan Indonesia masih akan berlanjut hingga akhir dekade ini.
Pada 2030, PDB per kapita Vietnam diproyeksikan mencapai 7.105 dollar AS atau sekitar Rp129 juta. Angka tersebut meningkat 35,1 persen dibandingkan proyeksi 2026.
Adapun PDB per kapita Indonesia diperkirakan mencapai 6.944 dollar AS atau sekitar Rp126 juta pada tahun yang sama.
Dengan demikian, selisih keduanya diperkirakan melebar dari 106 dollar AS pada 2026 menjadi 161 dollar AS atau sekitar Rp2,9 juta pada 2030.
Vietnam sendiri menargetkan PDB per kapita sekitar 8.500 dollar AS atau setara Rp154 juta pada 2030. Target tersebut disebut setara dengan tingkat PDB per kapita Thailand saat ini.
Meski demikian, Mai Fujita mengingatkan bahwa pertumbuhan jangka panjang Vietnam tidak cukup hanya mengandalkan investasi infrastruktur. Pengembangan kualitas sumber daya manusia dan inovasi teknologi juga perlu mendapat perhatian.
Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas dan memperkuat daya saing ekonomi dalam jangka panjang.
Proyeksi IMF menunjukkan Vietnam berpeluang menyalip Indonesia dalam PDB per kapita. Namun, realisasi proyeksi tersebut tetap bergantung pada perkembangan ekonomi masing-masing negara. Bagi Indonesia, tantangannya bukan hanya mempertahankan posisi sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, tetapi juga mendorong pertumbuhan produktivitas dan pendapatan per kapita agar mampu bergerak lebih cepat.
