Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Global
Global

Venezuela Tuntut Bank of England Kembalikan 31 Ton Emas Senilai Rp 87 Triliun

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 29 Oct 2026 👁️ 8x dibaca
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez berbicara di depan potret mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez dan pembebas Simon Bolivar saat presentasi anggaran tahun fiskal 2026 di Kongres Nasional di Caracas pada 4 Desember 2025.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez berbicara di depan potret mendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez dan pembebas Simon Bolivar saat presentasi anggaran tahun fiskal 2026 di Kongres Nasional di Caracas pada 4 Desember 2025. Foto: AFP/PEDRO MATTEY

PahamEkonomi.com - Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez mendesak Bank of England mengembalikan cadangan emas negaranya yang telah dibekukan di Inggris selama lebih dari enam tahun. Rodriguez menegaskan pemerintahannya akan terus memperjuangkan pengembalian emas tersebut.

Dikutip dari AFP, Rabu (29/10/2026), Rodriguez menyampaikan keberatan atas alasan yang selama ini digunakan untuk menahan aset tersebut. "Cukup dengan alasan-alasan itu," kata Rodriguez. Ia juga menyebut penahanan emas Venezuela sebagai pencurian emas.

Rodriguez menegaskan bahwa cadangan emas tersebut merupakan hak rakyat Venezuela dan bukan milik Bank of England.

Menurut TASS, Bank of England menahan sekitar 31 ton emas milik Venezuela dengan nilai yang diperkirakan mencapai 4,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 87 triliun.

Venezuela tidak dapat menarik cadangan tersebut setelah Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain menolak mengakui kemenangan Nicolas Maduro dalam pemilihan presiden pada 2018.

Pada 2019, pemimpin oposisi Venezuela saat itu, Juan Guaido, meminta Bank of England mempertahankan penahanan emas tersebut agar tidak dapat diakses oleh pemerintahan Maduro.

Hubungan Venezuela dan Inggris Mulai Mencair

Tuntutan pengembalian emas muncul ketika hubungan diplomatik Venezuela dan Inggris menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pada September, London dan Caracas mengumumkan rencana untuk kembali menunjuk duta besar masing-masing negara. Sebelumnya, hubungan diplomatik kedua negara dijalankan melalui kuasa usaha.

Upaya mendapatkan kembali cadangan emas itu juga menyusul kesepakatan pada Agustus antara pemerintah interim Venezuela dan sejumlah kelompok oposisi. Dalam pembicaraan mengenai transisi demokrasi, kedua pihak sepakat mengupayakan pengembalian emas untuk membantu para korban gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni.

Rodriguez menilai penahanan cadangan emas tersebut selama bertahun-tahun merupakan tindakan yang merugikan Venezuela. Ia kembali menekankan bahwa emas itu merupakan bagian dari cadangan bank sentral dan harus dikembalikan kepada negara.

"Apa yang telah kami lihat dalam beberapa tahun terakhir adalah apa yang kami di Venezuela sebut sebagai ejekan, tetapi ini adalah ejekan yang ditujukan untuk menyita sumber daya ini secara tidak sah. Emas itu merupakan bagian dari cadangan bank sentral," kata Rodriguez.

Sebagai tindak lanjut, Rodriguez memerintahkan Kementerian Luar Negeri dan Kejaksaan Agung Venezuela menempuh langkah melalui jalur yang dinilai sesuai untuk memperjuangkan pengembalian aset tersebut.

Tuntutan itu disampaikan sekitar sembilan bulan setelah Nicolas Maduro digulingkan dalam operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026. Persoalan cadangan emas yang ditahan di Inggris kini kembali menjadi salah satu isu dalam hubungan diplomatik Venezuela dengan negara-negara Barat.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update