Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

Universitas Ciputra Jakarta Diresmikan, Mahasiswa Langsung Praktik Bisnis Sejak Orientasi

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 16 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan sambutan dalam agenda peresmian Universitas Ciputra Jakarta di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat, pada Kamis (15/10/2026).
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan sambutan dalam agenda peresmian Universitas Ciputra Jakarta di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat, pada Kamis (15/10/2026). Foto: Dok. Universitas Ciputra

PahamEkonomi.com - Gedung Universitas Ciputra Jakarta di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat, resmi dibuka oleh Ciputra Group pada Kamis (15/10/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo hadir menggunting pita peresmian, lalu mengisi kuliah umum bertema “Peran Generasi Muda, Kewirausahaan, dan Inovasi dalam Membangun Jakarta sebagai Kota Global”. Kampus baru ini menempatkan praktik bisnis nyata sebagai inti proses belajar sejak mahasiswa pertama kali melangkah ke kampus.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (16/10/2026), Pramono menyampaikan harapannya terhadap kehadiran kampus tersebut. “Kehadiran Universitas Ciputra Jakarta memberikan warna baru bagi pendidikan di Jakarta. Melalui pendidikan yang menumbuhkan kreativitas, inovasi, jiwa entrepreneurship, serta berkontribusi dalam membangun Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.

Dari Lapak Sederhana di Blok M

Mahasiswa baru langsung diterjunkan ke lapangan saat masa orientasi. Mereka membuat dan menjalankan usaha kecil di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M. Kegiatan ini memberi kesempatan melihat respons pasar secara langsung dan memahami hubungan antara produk yang dijual dengan kebutuhan masyarakat.

Pilihan lokasi di Blok M sejalan dengan upaya Gubernur DKI Jakarta menjadikan kawasan itu ruang kreatif yang menghidupkan kegiatan ekonomi, budaya, dan komunitas. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan belajar dalam mata kuliah Entrepreneurship di semester pertama.

RBX: Teori Bertemu Praktik Industri

Di ruang kelas, pengalaman lapangan itu diolah melalui pendekatan Real Business Experience (RBX). Mahasiswa mempelajari cara kerja bisnis, mengenali masalah, lalu menawarkan solusi dengan menerapkan teori ke dalam praktik. Mitra industri ikut terlibat dengan memberi wawasan dan konteks bisnis, sehingga mahasiswa dapat menilai kondisi usaha, menimbang pilihan, dan merumuskan gagasan sesuai kebutuhan di lapangan.

Campus Director Universitas Ciputra Jakarta, Prof Christina Eviutami Mediastika, menyebut RBX sebagai penghubung langsung antara mahasiswa dan dunia industri. “Real Business Experience (RBX) ini adalah jembatan yang menghubungkan mahasiswa agar dapat terhubung langsung dengan dunia industri,” ujar Christina.

Salah satu mitranya adalah Kawan Lama Group, yang bekerja sama lewat mata kuliah Introduction to Entrepreneurship & Innovation bersama enam unit bisnis: AZKO, INFORMA, Toys Kingdom, ATARU, SELMA, dan Chatime. Ciputra Group juga memberi dukungan melalui unit mal Ciputra di Jakarta, Tangerang, dan Cibubur. Unit-unit itu menyediakan studi kasus operasional bagi mahasiswa untuk dianalisis dan dikembangkan menjadi usulan solusi di beberapa mata kuliah hingga semester berikutnya.

Teknologi dan AI Dipakai dengan Etika

Universitas Ciputra Jakarta turut mendorong penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara etis dan bertanggung jawab. Dosen dan mahasiswa boleh memanfaatkannya sebagai alat bantu menggali gagasan dan mengembangkan solusi, selama tetap menjaga ketepatan informasi, kejujuran akademik, dan privasi. Tanggung jawab atas pertimbangan serta karya tetap berada di tangan mahasiswa.

Melalui peresmian ini, kampus menegaskan komitmen mengaitkan pendidikan dengan praktik bisnis nyata sejak awal studi. Berusaha saat orientasi, belajar bersama industri lewat RBX, dukungan ekosistem bisnis Ciputra Group, serta pemanfaatan teknologi yang etis dirancang sebagai satu proses yang berkesinambungan. Harapannya, mahasiswa terbekali kemampuan memahami kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi, dan menciptakan nilai, baik lewat profesi maupun usaha.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update