Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Global
Global

PHP2Shell Ancam Jutaan Website, Pengelola Sistem Diminta Segera Update

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 22 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Ilustrasi Internet
Ilustrasi Internet Foto: REUTERS/Mal Langsdon

PahamEkonomi.com - Dua celah keamanan kritis yang dikenal sebagai PHP2Shell mengancam server dan aplikasi berbasis PHP karena dapat dimanfaatkan penyerang untuk menjalankan kode dari jarak jauh tanpa autentikasi. Pengelola website diminta segera memperbarui PHP ke versi yang telah diperbaiki untuk mencegah pengambilalihan server dan kebocoran data.

Kerentanan tersebut tercatat sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya memiliki tingkat keparahan kritis dengan skor CVSS 4.0 sebesar 9,2. Tim keamanan PHP telah merilis pembaruan untuk mengatasi kedua celah tersebut pada 21 Oktober 2026. (Sumber: PHP2Shell di Wiz Research, NHS England Digital)

PHP merupakan bahasa pemrograman sisi server yang digunakan secara luas untuk menjalankan situs web dan aplikasi digital. Kerentanan pada inti PHP ini berpotensi memengaruhi berbagai layanan yang menggunakan perangkat lunak tersebut, termasuk platform pengelolaan konten dan aplikasi web.

Jika berhasil dieksploitasi, penyerang dapat menjalankan kode berbahaya pada server yang rentan. Dampaknya dapat mencakup pengambilalihan sistem, akses terhadap informasi sensitif, hingga gangguan layanan.

Pusat keamanan siber sejumlah negara telah menerbitkan peringatan terkait kerentanan ini. Canadian Centre for Cyber Security, misalnya, meminta organisasi yang menggunakan versi PHP terdampak untuk segera menerapkan pembaruan keamanan. Lembaga tersebut juga menyoroti risiko yang lebih tinggi pada server PHP yang terhubung langsung ke internet. (Sumber)

Perusahaan keamanan Cloudflare menyatakan telah menerapkan aturan perlindungan pada Web Application Firewall (WAF) untuk membantu memblokir permintaan berbahaya yang menargetkan celah PHP2Shell. Namun, perusahaan tersebut menegaskan bahwa perlindungan WAF tidak menggantikan kebutuhan untuk memperbarui PHP. (Sumber)

Penanganan kerentanan ini juga melibatkan peneliti keamanan dari sejumlah organisasi teknologi. Wiz Research melaporkan bahwa pengungkapan PHP2Shell merupakan hasil kolaborasi peneliti dengan pihak lain, termasuk OpenAI dan Quarkslab.

Langkah yang Perlu Dilakukan Pengelola Website

Pengelola website dan administrator server disarankan segera mengidentifikasi versi PHP yang digunakan, terutama pada sistem yang dapat diakses melalui internet.

Versi perbaikan yang diumumkan untuk cabang PHP yang masih didukung meliputi:

  • PHP 8.5.12 atau lebih baru.

  • PHP 8.4.27 atau lebih baru.

  • PHP 8.3.36 atau lebih baru.

  • PHP 8.2.35 atau lebih baru.

Pengguna versi lama yang sudah tidak didukung perlu memeriksa ketersediaan perbaikan dari vendor atau melakukan migrasi ke versi yang masih mendapat dukungan keamanan. (Sumber: NHS England Digital)

Jika pembaruan belum dapat dilakukan segera, administrator perlu menilai risiko dan mempertimbangkan untuk mengisolasi server yang rentan dari jaringan publik sampai perbaikan tersedia dan diterapkan.

Selain itu, pengelola sistem perlu memantau log server, memeriksa aktivitas yang tidak biasa, dan menyelidiki kemungkinan kompromi. Memasang patch tidak otomatis menghapus akses atau perangkat lunak berbahaya yang mungkin telah ditanamkan penyerang sebelum pembaruan dilakukan.

Pembaruan perangkat lunak tetap menjadi langkah utama untuk menutup celah PHP2Shell, sedangkan pembatasan akses dan pemantauan aktivitas berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update