Pezeshkian Bakal Temui Putin di Moskwa, Kerja Sama Ekonomi Jadi Agenda
PahamEkonomi.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa pada pekan depan untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan perkembangan geopolitik. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di sela agenda pertemuan puncak negara-negara pengekspor gas pada Selasa (27/10/2026).
Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan, Pezeshkian akan melakukan kunjungan ke Moskwa guna menghadiri pertemuan puncak tersebut. Informasi itu dilaporkan kantor berita Tasnim.
"Presiden Iran akan mengunjungi Moskwa untuk menghadiri pertemuan puncak negara-negara pengekspor gas yang akan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober," kata Jalali, sebagaimana dikutip Tasnim.
Jalali menambahkan, agenda kunjungan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk membicarakan sejumlah persoalan geopolitik yang menjadi perhatian bersama Teheran dan Moskwa.
Rencana pertemuan kedua presiden itu sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat (23/10/2026). Ia mengisyaratkan bahwa pembicaraan tingkat tinggi antara Iran dan Rusia akan berlangsung pekan depan dengan melibatkan langsung kedua kepala negara.
Hubungan Iran dan Rusia Kian Erat
Pertemuan Pezeshkian dan Putin berlangsung di tengah penguatan hubungan diplomatik kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Iran dan Rusia sama-sama menghadapi berbagai sanksi internasional dan terus memperluas hubungan sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Hubungan kedua negara kembali menjadi sorotan setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengunjungi Iran pada pekan ini. Kunjungan tersebut disebut sebagai lawatan pertamanya ke Iran sejak pecahnya perang di Timur Tengah.
Dalam pertemuan dengan Lavrov, Araghchi menegaskan bahwa kerja sama antara Teheran dan Moskwa semakin kuat dibandingkan sebelumnya.
Selain memperkuat hubungan bilateral, kedua negara juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Rusia Tawarkan Diri sebagai Mediator Konflik
Pada awal Oktober 2026, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk berperan dalam upaya mediasi guna mengakhiri perang yang melibatkan Iran. Menurut Putin, konflik tersebut bermula dari tindakan AS dan Israel pada Februari 2026.
Pernyataan itu menempatkan Rusia sebagai salah satu pihak yang menyatakan kesiapan mendukung upaya diplomatik untuk meredakan konflik. Namun, efektivitas langkah mediasi masih bergantung pada perkembangan situasi dan kesediaan pihak-pihak yang terlibat untuk kembali berunding.
Di sisi lain, upaya diplomasi antara Washington dan Teheran masih menghadapi kebuntuan. Perundingan kedua negara dilaporkan terhenti selama berbulan-bulan, sementara AS dan Israel kembali menyampaikan ancaman serangan terhadap Iran.
Pertemuan Pezeshkian dan Putin pun akan berlangsung ketika hubungan Iran dengan negara-negara Barat masih diwarnai ketegangan. Selain agenda ekonomi dan kerja sama bilateral, perkembangan keamanan regional diperkirakan menjadi salah satu isu penting dalam komunikasi kedua pemimpin.
