Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Keuangan
Keuangan

Pemkab Ciamis Alokasikan Rp 500 Juta untuk Pemasaran UMKM, Kopi Lokal Jadi Andalan

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 24 Oct 2026 👁️ 12x dibaca
Pemkab Ciamis Alokasikan Rp 500 Juta untuk Pemasaran UMKM, Kopi Lokal Jadi Andalan
Pemkab Ciamis Alokasikan Rp 500 Juta untuk Pemasaran UMKM, Kopi Lokal Jadi Andalan Foto: Istimewa

PahamEkonomi.com - Pemerintah Kabupaten Ciamis mengalokasikan Rp 500 juta untuk mendukung pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Dukungan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Sosialisasi Akuntabilitas Keuangan Negara untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM Daerah di Gedung Islamic Centre Ciamis, Jumat (23/10/2026).

Herdiat menjelaskan, Kabupaten Ciamis memiliki sekitar 1,33 juta penduduk yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian. Karena itu, penguatan ekonomi lokal, termasuk melalui pengembangan UMKM, dinilai penting untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Herdiat, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan.

“Selama tiga tahun terakhir, kondisi APBD kita sangat terbatas akibat pengurangan anggaran. Dampaknya masih terasa sampai sekarang, terlebih kondisi APBD Ciamis belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, ia mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap bergotong royong dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk memperkuat sektor ekonomi.

“Kita tetap harus semangat dan optimistis. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bahu-membahu bersama seluruh elemen masyarakat untuk memajukan Kabupaten Ciamis, baik dalam sektor pembangunan, keagamaan, maupun bidang lainnya,” tegas Herdiat.

Pelatihan dan pendampingan untuk tingkatkan daya saing UMKM

Alokasi Rp 500 juta tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam pemasaran produk lokal. Namun, perluasan pasar tidak hanya bergantung pada promosi. Pelaku usaha juga perlu memastikan kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Pemkab Ciamis mendorong pelatihan serta pendampingan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kesiapan produknya untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

“Para pelaku UMKM harus terus semangat. Kita akan berupaya membantu melalui pelatihan dan pendampingan agar produk-produk lokal kita semakin siap dipasarkan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Herdiat.

Salah satu produk lokal yang dinilai memiliki peluang pengembangan ialah kopi Ciamis. Produk tersebut disebut telah menembus pasar mancanegara dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui peningkatan kualitas, pengemasan, serta perluasan jaringan pemasaran.

Dukungan terhadap UMKM diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan produk, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat pendapatan masyarakat setempat.

Ciamis pertahankan opini WTP 13 kali berturut-turut

Dalam kesempatan yang sama, Herdiat menyampaikan bahwa Pemkab Ciamis telah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 13 kali berturut-turut.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut mendukung berbagai upaya pembangunan daerah. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan, termasuk dalam pencapaian pengakuan bagi Ciamis sebagai kota kecil terbersih tingkat ASEAN.

Capaian tata kelola keuangan dan partisipasi masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjalankan pembangunan secara bertanggung jawab, meskipun ruang fiskal masih terbatas.

DPR dorong akses pembiayaan dan perluasan pasar

Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Kapoksi Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Shohibul Imam, mengapresiasi upaya Pemkab Ciamis dalam menjaga tata kelola pemerintahan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Ia mendorong penguatan UMKM melalui dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perluasan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Shohibul juga mengajak pemerintah daerah meningkatkan edukasi mengenai bahaya judi daring. Selain itu, ia menyinggung potensi Danantara dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan agenda ekonomi nasional.

Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Ciamis diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat dukungan bagi UMKM. Perpaduan antara pendampingan usaha, akses pembiayaan, dan strategi pemasaran diharapkan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat Ciamis.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update