Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Industri
Industri

Microsoft Jadi Pembeli Lahan Terbesar DMAS, Transaksi Tembus Rp795,96 Miliar

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 21 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
REUTERS/Vincent West
REUTERS/Vincent West Foto: Istimewa

PahamEkonomi.com - Investasi sektor data center di Indonesia menjadi motor utama penjualan lahan industri PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS). Hingga 30 September 2026, empat perusahaan yang terkait dengan sektor tersebut menyumbang penjualan lahan senilai Rp2,26 triliun atau 85,35% dari total penjualan dalam daftar pembeli utama perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan DMAS, PT Microsoft Operations Indonesia menjadi pembeli terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp795,96 miliar. Nilai tersebut setara dengan 30,06% dari total penjualan yang tercatat dalam daftar pembeli utama perseroan.

Di urutan berikutnya, PT Digital Gayana Ekagrata membukukan pembelian senilai Rp741,50 miliar atau 28,01%. Sementara itu, PT Princeton Digital Group membeli lahan senilai Rp446,12 miliar, setara dengan 16,85%.

Adapun PT Indoedge Real Estate and Data Center mencatatkan pembelian sebesar Rp276,06 miliar atau 10,43%.

Besarnya transaksi dari keempat perusahaan tersebut memperlihatkan kuatnya kontribusi sektor data center terhadap aktivitas penjualan lahan industri di kawasan Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Pendapatan DMAS Melonjak Hampir 3,4 Kali Lipat

Sejalan dengan tingginya penjualan kepada perusahaan data center, DMAS membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,65 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, menyampaikan bahwa perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada periode tersebut.

"Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya," ujar Tondy, dikutip Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, segmen industri masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan perseroan. Segmen tersebut menghasilkan Rp2,54 triliun, atau sekitar 96% dari total pendapatan usaha DMAS.

"Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center," kata Tondy.

Kinerja tersebut menegaskan peran penjualan lahan industri dalam menopang pendapatan DMAS sepanjang Januari–September 2026, dengan perusahaan data center menjadi kelompok pembeli yang dominan.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update