Menlu RI Apresiasi Kepemimpinan Antonio Guterres di PBB Jelang Akhir Masa Jabatan
PahamEkonomi.com - Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyampaikan apresiasi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres atas kepemimpinannya selama hampir satu dasawarsa di tengah berbagai dinamika dan tantangan global.
“Pak Sekretaris Jenderal, Anda telah menakhodai PBB melalui masa-masanya yang paling sulit,” kata Arrmanatha dalam pernyataan pers bersama seusai agenda Foreign Policy Circle Talks di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta, Senin.
Arrmanatha mengatakan Guterres secara konsisten mengingatkan komunitas internasional agar terus mengedepankan dialog, bahkan “ketika dunia berhenti mendengarkan”. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan, persahabatan, dan keberanian Guterres selama memimpin organisasi internasional tersebut.
Menurut Arrmanatha, kunjungan Guterres ke Indonesia merupakan bentuk penghormatan kepada Indonesia dan pengakuan atas peran negara ini di tingkat global.
Ia menyampaikan bahwa Guterres mengungkapkan kunjungan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Indonesia terhadap kerja sama multilateral selama masa kepemimpinannya sebagai Sekjen PBB.
“Kunjungan tersebut juga merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta peran aktif Indonesia di tingkat internasional,” tambahnya.
Arrmanatha menjelaskan, menjelang berakhirnya masa jabatan pada akhir 2026, Guterres berencana mengunjungi sejumlah negara dalam jumlah terbatas. Karena itu, Indonesia merasa terhormat menerima kunjungan tersebut.
“Kedatangan anda adalah untuk menghormati Indonesia. Hari ini, Indonesia memberi penghormatan bagi anda,” ucap Arrmanatha.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Guterres mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, serta menyampaikan pidato mengenai multilateralisme di Kemlu RI.
Masa jabatan Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Sekretaris Jenderal berikutnya akan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.
Sesuai Pasal 97 Piagam PBB, Sekretaris Jenderal diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan PBB.
