Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Industri
Industri

Kazakhstan Bidik Wisatawan Muslim Indonesia, Promosikan Wisata Halal dan Situs Sejarah Islam

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 30 Oct 2026 👁️ 12x dibaca
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov dalam Pertemuan Ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov dalam Pertemuan Ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Bisnis-Aprianto Cahyo Nugroho

PahamEkonomi.com - Kazakhstan membidik pasar wisatawan Muslim Indonesia dengan menawarkan destinasi wisata ramah keluarga, situs bersejarah Islam, serta pengembangan industri halal. Negara Asia Tengah tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi syariah dan keuangan Islam.

Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov mengatakan, Kazakhstan melihat potensi besar untuk mengembangkan industri halal dan keuangan Islam bersama Indonesia. Kerja sama itu diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi sekaligus mendorong kunjungan wisatawan Muslim.

"Kami juga melihat potensi yang signifikan dalam keuangan Islam dan industri halal," kata Abdykarimov dalam Pertemuan Ke-3 Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Sebagai langkah konkret, delegasi Kazakhstan yang dipimpin Wakil Mufti Agung Kazakhstan Yermak Khajir Mugatay mengunjungi Jakarta pada bulan sebelumnya. Kunjungan tersebut dilakukan untuk berpartisipasi dalam Halal Indo Exhibition dan International Grand Imam Summit.

Selama berada di Jakarta, delegasi Kazakhstan juga bertemu dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

"Pertemuan dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia, BPJPH, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah memungkinkan kami mendorong kerja sama di industri halal," ujarnya.

Kazakhstan tawarkan wisata sejarah Islam dan alam

Abdykarimov mengatakan, Kazakhstan menawarkan sejumlah destinasi bagi wisatawan Muslim Indonesia. Pilihannya mencakup situs bersejarah Islam di Turkistan, wisata musim dingin, hingga pengalaman menikmati lanskap pegunungan dan tradisi masyarakat nomadik.

Kazakhstan juga mempromosikan lingkungan wisata yang ramah bagi keluarga Muslim dengan mengandalkan standar industri halal yang diterapkan di negara tersebut.

"Kazakhstan menjamin standar tinggi industri halal dan lingkungan yang nyaman bagi keluarga Muslim," kata dia.

Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Turkistan, yang memiliki sejumlah monumen bersejarah peradaban Islam. Selain wisata religi, wisatawan Indonesia dapat menikmati pemandangan pegunungan, bentang alam stepa, serta tradisi masyarakat nomadik yang memiliki akar budaya Islam.

Kerja sama Indonesia-Kazakhstan mencakup perdagangan hingga energi

Pengembangan wisata halal menjadi salah satu bagian dari potensi kerja sama Indonesia-Kazakhstan. Kedua negara juga menjajaki penguatan hubungan di bidang perdagangan, investasi, transportasi dan logistik, energi, pertambangan, serta digitalisasi.

Abdykarimov menyebut nilai perdagangan bilateral Indonesia-Kazakhstan saat ini mencapai sekitar US$250 juta. Ia menilai perjanjian perdagangan bebas antara Eurasian Economic Union (EAEU) dan Indonesia yang ditandatangani pada Desember 2025 dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Kazakhstan juga tengah menyiapkan lebih dari 20 perjanjian bilateral di berbagai sektor menjelang rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan pada 2027.

Kunjungan wisatawan kedua negara meningkat

Di sektor pariwisata, arus kunjungan wisatawan antara Indonesia dan Kazakhstan menunjukkan perkembangan. Abdykarimov menyebut lebih dari 25.000 warga Kazakhstan mengunjungi Indonesia dalam tujuh bulan pertama 2026. Jumlah tersebut melampaui total kunjungan sepanjang 2025 yang mencapai lebih dari 24.000 orang.

Sementara itu, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Kazakhstan mencapai 6.000 orang pada semester I/2026. Angka tersebut mendekati total kunjungan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 6.400 orang.

Kazakhstan juga menyambut kebijakan bebas visa kunjungan bagi warga negaranya ke Indonesia yang berlaku sejak 2 Juli 2026. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong kunjungan wisata, kegiatan bisnis, serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update