Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Global
Global

Kasus Registrasi 5 Boeing 777 Iran di Madagaskar, Pengusaha Diduga Terima Rp101 Miliar

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 23 Oct 2026 👁️ 10x dibaca
Ilustrasi Boeing 777.
Ilustrasi Boeing 777. Foto: FL360AERO via TWITTER

PahamEkonomi.com - Dugaan korupsi dalam proses registrasi sementara lima pesawat Boeing 777 milik maskapai Iran, Mahan Air, menyeret sejumlah tokoh berpengaruh di Madagaskar. Pengusaha Mamy Ravatomanga menjadi salah satu terdakwa utama dalam perkara yang mulai disidangkan di Antananarivo pada Selasa (20/10/2026).

Menurut penyelidik Madagaskar, registrasi sementara di negara Afrika tersebut diduga memungkinkan kelima pesawat melintasi wilayah udara internasional sebelum tiba di Iran pada Juli 2025. Pesawat-pesawat itu kini terdaftar atas nama Mahan Air, maskapai yang telah lama dikenai sanksi Amerika Serikat (AS) karena dituduh terlibat dalam pengadaan dan pengangkutan drone serta senjata.

Kasus tersebut mencakup dugaan penyalahgunaan proses registrasi pesawat dan melibatkan 28 orang yang dituntut, termasuk sejumlah peserta pertemuan di Hotel Novotel, Antananarivo, serta mantan Ketua Senat Madagaskar Richard Ravalomanana.

Pengusaha diduga menerima 5 juta euro

Ravatomanga diduga terlibat dalam pengurusan registrasi pesawat. Ia saat ini ditahan di Mauritius dan menghadapi tuduhan pencucian uang.

Berdasarkan dokumen dakwaan yang diperoleh AFP, Singh Khushwinder, yang dicurigai sebagai pemilik sebenarnya perusahaan yang digunakan untuk mendaftarkan pesawat di Madagaskar, mengatakan kepada penyidik bahwa Ravatomanga menerima 5 juta euro atau sekitar Rp101 miliar dari operasi tersebut.

Namun, tim hukum Ravatomanga membantah kekuatan tuduhan itu dan menyoroti perbedaan nominal dalam sejumlah dokumen. Dalam sidang permohonan jaminan di Mauritius, misalnya, jumlah yang disebut adalah 5 juta dolar AS atau sekitar Rp90 miliar, bukan 5 juta euro.

Di sisi lain, lembaga antikorupsi Mauritius menyatakan penyelidikan bersama Biro Investigasi Federal AS (FBI) dan Komisi Kejahatan Keuangan Mauritius telah menghasilkan keterangan saksi, bukti digital, serta rekaman yang mendukung dugaan korupsi tersebut.

Meski demikian, tuduhan terhadap Ravatomanga masih harus diuji melalui proses hukum. Perbedaan nominal yang dipersoalkan tim pembela menjadi salah satu bagian yang dipertanyakan dalam perkara ini.

Pertemuan di hotel jadi bagian penyelidikan

Jaksa turut merujuk pada foto-foto yang diduga diambil dalam sebuah pertemuan di Hotel Novotel, Antananarivo. Pertemuan tersebut disebut dihadiri Ravatomanga, Valery Ramonjavelo yang saat itu menjabat menteri transportasi, Gervais Damasy selaku kepala otoritas penerbangan sipil Madagaskar, Singh Khushwinder, serta Hamid Arabnejad.

Arabnejad merupakan warga Iran yang diidentifikasi otoritas AS sebagai CEO Mahan Air. Ia telah berada di bawah sanksi AS sejak 2013. Washington menuduhnya mengawasi upaya maskapai tersebut untuk menghindari sanksi serta menyediakan dukungan dan layanan bagi Pasukan Quds Garda Revolusi Iran.

Tim hukum Ravatomanga mempertanyakan penggunaan foto-foto tersebut sebagai bukti. Mereka menyatakan foto yang disebut dalam perkara belum pernah diperlihatkan kepada klien mereka dan mempertanyakan keberadaannya.

Ketika dimintai tanggapan AFP mengenai foto-foto itu, FBI menolak berkomentar. Sementara itu, dua sumber yang mengetahui perkara tersebut mengatakan sejumlah terdakwa telah diperiksa di Madagaskar oleh agen FBI yang datang ke negara itu.

Ravatomanga ditahan di Mauritius

Ravatomanga tidak hadir di kursi terdakwa dalam persidangan di Madagaskar karena berada di Mauritius. Ia dilaporkan meninggalkan Madagaskar beberapa hari sebelum kudeta militer menggulingkan Presiden Andry Rajoelina pada Oktober 2025.

Pengadilan Mauritius telah menolak dua permohonan jaminan Ravatomanga. Penolakan terbaru dijatuhkan pada 12 Oktober dengan pertimbangan adanya kekhawatiran ia akan melarikan diri.

Pengacaranya, Khushal Lobine, menilai kliennya diperlakukan secara tidak proporsional selama menjalani penahanan praperadilan.

Bisnis Ravatomanga meluas ke berbagai sektor

Ravatomanga membangun Sodiat Group dari perusahaan transportasi yang didirikan pada 1990 menjadi konglomerasi dengan kegiatan usaha di berbagai sektor. Bisnis kelompok tersebut mencakup distribusi otomotif, penerbangan, keamanan swasta, media, konstruksi, layanan kesehatan, properti, perhotelan, pariwisata, hingga perdagangan vanila.

Namanya juga pernah muncul dalam penyelidikan di Prancis terkait dugaan pencucian uang dan perdagangan kayu rosewood ilegal. Penyelidikan mengenai kepemilikan properti di sekitar Paris itu dihentikan pada 2023 karena kurangnya bukti.

Penyelidikan terpisah di Prancis mengenai dugaan pelanggaran terkait ekspor leci Madagaskar ke Uni Eropa juga menyoroti Ravatomanga. Menurut seorang sumber yudisial kepada AFP, ia diperiksa di Mauritius pada 2026 sehubungan dengan perkara tersebut.

Kasus registrasi pesawat di Madagaskar kini menjadi perkara lain yang menempatkan Ravatomanga dalam sorotan penegak hukum. Proses persidangan akan menjadi bagian penting untuk menguji bukti dan menentukan tanggung jawab para terdakwa dalam dugaan korupsi yang berkaitan dengan lima pesawat Boeing 777 tersebut.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update