Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

Danantara Prioritaskan Transformasi Garuda Indonesia Sebelum Merger Pelita Air

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 26 Oct 2026 👁️ 19x dibaca
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskariasaat ditemui dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada Senin (26/10/2026).
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskariasaat ditemui dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat pada Senin (26/10/2026). Foto: KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY

PahamEkonomi.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum akan menggabungkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dengan Pelita Air. Rencana konsolidasi kedua maskapai tersebut masih ditunda karena kondisi bisnis keduanya dinilai belum cukup baik untuk menjalani merger.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, penggabungan perusahaan sebelum kondisi bisnisnya membaik berisiko membuat kedua maskapai justru menjadi beban.

“Belum, belum, belum. Karena kan kalau di-merger kan kondisinya belum betul-betul baik, dua-duanya nanti jadi beban kan,” ujar Dony saat ditemui dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Menurut Dony, Garuda Indonesia harus lebih dahulu menuntaskan transformasi bisnisnya sebelum rencana merger kembali dipertimbangkan. Danantara menilai masih banyak aspek operasional dan pelayanan yang perlu dibenahi agar kinerja maskapai membaik.

“Jadi kita perbaiki dulu, yang Garudanya harus betul-betul sukses dulu melakukan transformasi terhadap bisnisnya,” kata Dony.

Transformasi tersebut mencakup seluruh tahapan layanan penumpang, mulai dari sebelum penerbangan (pre-flight), selama penerbangan (in-flight), hingga setelah penerbangan (post-flight).

Dony mencontohkan, layanan seperti proses check-in dan tampilan layar di dalam pesawat masih menjadi bagian yang dievaluasi karena dinilai belum menunjukkan peningkatan sesuai harapan. Danantara juga meninjau sejumlah aspek identitas perusahaan, termasuk seragam dan tampilan Garuda Indonesia.

Selain pembenahan operasional, Garuda Indonesia direncanakan menjalani rebranding. Namun, perubahan identitas tersebut tidak akan mencakup pergantian nama perusahaan.

“Nanti akan kita ada rebranding juga. Tapi bukan namanya ya, namanya tetap ya pasti Garuda Indonesia,” ujarnya.

Dony menegaskan, konsolidasi baru dapat dilakukan setelah kondisi bisnis kedua maskapai dinilai lebih baik. Dengan demikian, merger tidak justru menambah beban bagi perusahaan yang bergabung.

“Nanti kalau dua-duanya sudah bagus, baru kita lakukan merger-nya,” kata dia.

Sementara itu, Garuda Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa rencana konsolidasi dengan Pelita Air masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama pemegang saham serta pihak-pihak terkait.

Dalam materi tanya jawab Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 yang dikutip dari keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/8/2026), Garuda menegaskan belum ada keputusan final mengenai bentuk maupun mekanisme konsolidasi tersebut.

"Rencana konsolidasi yang melibatkan Garuda Indonesia Group dan Pelita Air saat ini masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan pada tingkat pemegang saham dan bersama para pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing," demikian penjelasan Garuda Indonesia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rencana penggabungan Garuda Indonesia dan Pelita Air belum memasuki tahap keputusan final. Untuk saat ini, Danantara memprioritaskan pembenahan bisnis, terutama transformasi Garuda Indonesia, sebelum menentukan langkah konsolidasi berikutnya.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update