Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Bisnis
Bisnis

BPMA dan Conrad Asia Energy Kaji Potensi Gas Lepas Pantai Aceh, Investasi Komitmen US$30 Juta

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 19 Oct 2026 👁️ 32x dibaca
Ilustrasi - Aktivitas penambangan minyak dan gas bumi di lepas pantai.
Ilustrasi - Aktivitas penambangan minyak dan gas bumi di lepas pantai. Foto: ANTARA/HO/SKK Migas

PahamEkonomi.com - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong percepatan evaluasi eksplorasi dan pengembangan potensi minyak dan gas bumi (migas) di lepas pantai barat selatan Aceh (Barsela), khususnya di wilayah kerja Meulaboh dan Singkil. Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya migas Aceh sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

"Percepatan ini penting agar potensi sumber daya migas Aceh dapat segera dievaluasi dan ditindaklanjuti secara optimal," kata Kepala BPMA Mawardi Nur dalam keterangannya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan Mawardi setelah pembahasan bersama Conrad Asia Energy Ltd dalam lokakarya penentuan status eksplorasi (PSE) struktur Meulaboh dan Singkil di Jakarta.

BPMA menekankan pentingnya evaluasi teknis dan penentuan status eksplorasi sebagai tahapan untuk menilai kelayakan pengembangan potensi gas di kedua wilayah kerja. Proses tersebut juga mencakup persiapan menuju rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (POD), apabila persyaratan teknis dan keekonomian telah terpenuhi.

"Hasil kajian ini menjadi salah satu dasar dalam menentukan tahapan kegiatan berikutnya, termasuk persiapan menuju pengembangan lapangan melalui POD apabila seluruh persyaratan teknis dan keekonomian telah terpenuhi," ujarnya.

Mawardi mengatakan percepatan evaluasi diperlukan agar potensi migas Aceh dapat dinilai secara menyeluruh dan ditindaklanjuti berdasarkan data serta kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita ingin memastikan proses pengembangan potensi migas Aceh dapat berjalan lebih cepat, khususnya pada wilayah-wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan," katanya.

BPMA berharap setiap tahapan kegiatan dilaksanakan secara terukur dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, kelayakan komersial, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku. Menurut Mawardi, rencana pengembangan lapangan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap potensi sumber daya, karakteristik teknis, dan keekonomian.

"Oleh karena itu, koordinasi antara BPMA dan kontraktor menjadi bagian penting untuk memastikan setiap keputusan pengembangan didasarkan pada data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Secara historis, Sumur Singkil-1 yang dibor pada 1973 pernah mencatat aliran gas sebesar 10,06 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD). Sementara itu, Sumur Meulaboh-1 yang dibor pada 1970 mencatat aliran gas sebesar 6,7 MMSCFD.

Data historis tersebut menjadi salah satu referensi untuk mengevaluasi potensi kedua struktur. Namun, pengembangan lebih lanjut masih memerlukan kajian teknis guna memastikan besaran sumber daya yang dapat diproduksikan, karakteristik reservoir, dan kelayakan komersial.

BPMA dan Conrad Asia Energy telah menandatangani kontrak kerja sama untuk wilayah kerja Offshore North West Aceh (ONWA) atau blok Meulaboh dan Offshore South West Aceh (OSWA) atau blok Singkil pada Januari 2023.

Conrad Asia Energy merupakan pemenang lelang wilayah kerja penawaran langsung tahap I tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Wilayah kerja OSWA memiliki luas sekitar 8.200 kilometer persegi, sedangkan ONWA mencakup sekitar 9.200 kilometer persegi. Berdasarkan informasi yang disampaikan, kedua wilayah kerja tersebut memiliki risiko geologi rata-rata menengah hingga tinggi, terutama terkait migrasi hidrokarbon dan keberadaan batuan induk (source rock).

Komitmen investasi pasti untuk kedua wilayah kerja selama tiga tahun pertama disebut mencapai US$30 juta, dengan tambahan bonus tanda tangan sebesar US$100 ribu. Nilai tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan kegiatan di kedua wilayah kerja.

"BPMA berkomitmen untuk terus mengawal proses evaluasi dan persiapan pengembangan potensi migas di Aceh, termasuk struktur Meulaboh dan Singkil. Ini membuka peluang peningkatan pasokan gas, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional," demikian Mawardi Nur.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update