Berita Global Terpopuler: Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Nidal Hasan, Houthi Serang Istana Yaman
PahamEkonomi.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan siaran langsung eksekusi mati Nidal Malik Hasan menjadi berita global yang paling banyak dibaca pada Jumat (16/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026) pagi. Topik lain yang ikut mencuri perhatian adalah serangan rudal Houthi ke istana kepresidenan Yaman, lonjakan serangan kapal di Selat Hormuz, rencana penggunaan bom MOAB terhadap Iran, dan komentar juru bicara baru Gedung Putih soal toilet di China.
Berikut lima berita yang paling banyak dibaca pembaca.
1. Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Nidal Hasan
Trump mengurungkan rencana menayangkan eksekusi mati Nidal Malik Hasan, pelaku penembakan massal di pangkalan militer Fort Hood, Texas, pada 2009. Meski tidak disiarkan, eksekusi oleh regu tembak tetap dijadwalkan berlangsung pada 3 Desember 2026.
Sikap Trump itu berbeda dengan rencana Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang sebelumnya ingin proses eksekusi bisa disaksikan publik. Sebelumnya, 72 purnawirawan militer AS mendesak Trump membatalkan siaran tersebut karena dinilai biadab.
2. Houthi Hantam Istana Kepresidenan Yaman
Kelompok Houthi meluncurkan serangan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Aden, Yaman, pada Kamis (15/10/2026). Sedikitnya lima orang tewas dan 16 lainnya terluka.
Rudal menghantam pusat komando militer di kompleks Istana Al-Maashiq, yang dipakai pasukan pemerintah Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Menteri Kesehatan Yaman Qasim Buhaibeh menyebut para korban terdiri atas petugas keamanan dan pegawai sipil.
3. Serangan terhadap Kapal di Selat Hormuz Capai Rekor
Jumlah kapal yang melaporkan serangan di sekitar Selat Hormuz menembus rekor tertinggi sejak perang AS dan Israel melawan Iran pecah pada Februari 2026. Analisis BBC Verify atas data lembaga keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), mencatat 12 kapal diserang sepanjang 5-11 Oktober 2026.
Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan kembali menurunnya pengiriman minyak lewat Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.
4. Bom MOAB Dipertimbangkan untuk Serang Iran
Menurut laporan CNN, AS mempertimbangkan penggunaan bom nonnuklir terbesar dalam persenjataannya untuk menyasar fasilitas nuklir Iran. Senjata itu adalah GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), yang dijuluki Mother of All Bombs atau “Ibu dari Segala Bom”.
Bom seberat hampir 10 ton ini menjadi salah satu opsi bila Trump memerintahkan serangan militer terhadap Iran dilanjutkan. Meski begitu, sejumlah pakar meragukan kemampuannya menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang berada jauh di bawah tanah.
5. Komentar Jubir Baru Gedung Putih soal Toilet di China
Juru bicara baru Gedung Putih Katie Zacharia menyebut China tidak punya toilet yang layak saat mengenang pengalamannya tinggal di negara itu. Pernyataan tersebut muncul dalam wawancara yang tayang pada Kamis (15/10/2026), kurang dari sepekan setelah ia ditunjuk sebagai juru bicara Trump.
Komentar itu dilontarkan ketika ia membahas pandangan publik AS pada 2016 bahwa China akan segera menjadi kekuatan global yang melampaui AS. Zacharia menegaskan, soal toilet tersebut merupakan pandangan pribadinya berdasarkan pengalaman tinggal di China.
