BEI Cabut Status HSC MD Entertainment dan NexAI Digital Infrastruktur, 19 Emiten Masih Masuk Daftar
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut status saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari PT MD Entertainment Tbk dan PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. Keputusan itu diambil setelah evaluasi struktur kepemilikan saham di Jakarta pada 14 Oktober 2026.
Menurut BEI, kedua emiten tersebut keluar dari kategori HSC karena struktur kepemilikan sahamnya tidak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dalam keterbukaan informasi, BEI menyebut kepemilikan saham PT MD Entertainment Tbk, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat per 5 Oktober 2026, telah memenuhi penilaian terbaru. Adapun PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk, yang sebelumnya bernama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk, mengalami perubahan status berdasarkan penilaian per 30 September 2026.
BEI menjelaskan, berakhirnya status HSC menandakan distribusi kepemilikan saham kedua perusahaan tidak lagi terpusat pada segelintir pemegang saham sesuai kriteria otoritas bursa. Meski demikian, masih ada 19 emiten yang tercatat dalam daftar HSC karena belum memenuhi ketentuan kepemilikan saham berdasarkan metodologi yang berlaku.
Metodologi dan Makna Status HSC
Penentuan HSC oleh BEI memakai data kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 1 Oktober 2026. Seperti dilansir CNBC Indonesia, status HSC tidak otomatis berarti ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan pasar modal.
Sebelumnya, menurut Kontan, BEI telah memperluas cakupan peninjauan HSC dengan menambahkan price impact ratio untuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun.
Emiten yang Masih Berstatus HSC
Daftar emiten yang masih berstatus HSC berasal dari beragam sektor, seperti perkebunan, energi, pertambangan, perbankan, infrastruktur, properti, kesehatan, perdagangan, dan transportasi.
Di sektor perkebunan dan energi, terdapat PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, PT Golden Eagle Energy Tbk, PT Cita Mineral Investindo Tbk, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Dari sektor perbankan, ada PT Bank Maspion Indonesia Tbk, PT Bank Mayapada Internasional Tbk, dan PT Bank Mestika Dharma Tbk.
Emiten lainnya meliputi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, serta sejumlah perusahaan di sektor properti dan perdagangan.
