Selasa, 03 Nov 2026 NasionalKeuanganBisnisGlobalIndustri
Beranda › Global
Global

AS Setujui Penjualan 500 Rudal Patriot ke Ukraina Senilai Rp35 Triliun

✍️ Yoga Firmansyah 🕒 31 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada 18 Agustus 2019 menunjukkan uji coba rudal jelajah jarak menengah pada pukul 14.30 waktu setempat di Pulau San Nicolas, California.
Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) pada 18 Agustus 2019 menunjukkan uji coba rudal jelajah jarak menengah pada pukul 14.30 waktu setempat di Pulau San Nicolas, California. Foto: AFP/DoD/SCOTT HOWE

PahamEkonomi.com - Amerika Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan 500 rudal pencegat Patriot kepada Ukraina dengan nilai mencapai 2,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp35 triliun. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkhawatirkan pengiriman persenjataan tersebut bisa memakan waktu hingga beberapa tahun, sementara serangan Rusia terhadap negaranya terus meningkat menjelang musim dingin.

Persetujuan penjualan itu diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (30/10/2026). Rudal Patriot dibutuhkan Ukraina untuk menghadapi serangan udara Rusia, terutama rudal balistik yang berpotensi merusak infrastruktur penting.

Dilansir dari BBC, Sabtu (31/10/2026), Zelensky menyambut keputusan Washington. Meski demikian, ia menegaskan Ukraina membutuhkan tambahan rudal pertahanan udara secepat mungkin dan tidak bisa menunggu hingga beberapa tahun mendatang.

AS setujui penjualan 500 rudal Patriot senilai Rp35 triliun

Departemen Luar Negeri AS menyatakan paket penjualan tersebut mencakup 500 rudal pencegat Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3). Rudal ini merupakan bagian dari sistem pertahanan udara Patriot yang dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman udara, termasuk rudal balistik.

Pemerintah AS menyebut penjualan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan Ukraina dalam mempertahankan diri dari serangan Rusia.

"Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang menjadi kekuatan bagi stabilitas politik dan ekonomi di Eropa," demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Rudal tambahan itu juga diharapkan membantu Ukraina mempertahankan sistem pertahanan udara yang telah dimiliki. Perusahaan pertahanan AS, Lockheed Martin, ditunjuk sebagai kontraktor utama dalam pengadaan tersebut.

Meski sudah mendapat persetujuan Departemen Luar Negeri, transaksi ini masih harus melewati proses peninjauan Kongres AS.

Kanada, Jerman, dan Norwegia biayai pembelian rudal

Pemerintah AS memastikan pembelian 500 rudal Patriot tersebut tidak menggunakan anggaran Amerika Serikat. Seluruh biaya pengadaan akan ditanggung melalui kontribusi negara-negara sekutu Ukraina.

Negara yang disebut akan ikut membiayai pembelian tersebut adalah Kanada, Jerman, dan Norwegia. Kontribusi mereka akan disalurkan melalui program JUMPSTART untuk mendukung kebutuhan pertahanan Ukraina.

Selain itu, pengadaan juga akan memanfaatkan dana nasional Ukraina yang dibiayai melalui program pinjaman Uni Eropa, yakni Ukraine Support Loan.

"Ukraina akan membayar pembelian ini menggunakan donasi dari Kanada, Jerman, dan Norwegia melalui program JUMPSTART serta dana nasional yang dibiayai melalui Ukraine Support Loan dari Uni Eropa," kata Departemen Luar Negeri AS.

Dengan skema tersebut, Ukraina dapat memperoleh tambahan persenjataan buatan AS melalui pendanaan dari negara-negara mitra dan mekanisme pinjaman Uni Eropa.

Zelensky khawatir pengiriman rudal Patriot membutuhkan waktu bertahun-tahun

Di tengah persetujuan penjualan tersebut, Zelensky menyoroti belum jelasnya jadwal pengiriman rudal. Menurutnya, Ukraina membutuhkan persenjataan itu dalam waktu dekat karena serangan Rusia masih berlangsung.

Sebelumnya, Zelensky mengatakan Ukraina telah menunggu hampir satu bulan untuk mendapatkan persetujuan AS atas pasokan rudal tersebut. Ia juga berulang kali meminta Washington mempercepat pengiriman karena persediaan rudal pencegat negaranya semakin menipis.

Hingga kini, jadwal pengiriman 500 rudal belum diumumkan. BBC melaporkan, pesanan tersebut diperkirakan akan dipenuhi menggunakan rudal yang baru diproduksi, bukan langsung dari persediaan yang sudah tersedia.

Kondisi itu berpotensi memperpanjang waktu pengiriman. Berdasarkan data Departemen Pertahanan AS yang dikutip BBC, produksi rudal Patriot mencapai sekitar 600 unit per tahun. Sementara itu, permintaan dari berbagai negara juga terus meningkat.

Ukraina membutuhkan Patriot untuk menghadapi serangan Rusia

Sistem Patriot menjadi salah satu bagian penting pertahanan udara Ukraina, khususnya untuk mencegat rudal balistik Rusia yang dapat menyebabkan kerusakan besar ketika menghantam permukiman maupun infrastruktur strategis.

Zelensky mengatakan Rusia meningkatkan serangan terhadap jaringan energi Ukraina menjelang musim dingin. Dalam dua pekan terakhir, lebih dari 30 serangan Rusia dilaporkan menyasar bagian penting jaringan listrik negara tersebut.

Serangan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan listrik dan pemanas bagi masyarakat ketika suhu mulai turun.

Pada Jumat malam, Zelensky kembali menekankan pentingnya tambahan rudal Patriot untuk melindungi wilayah Ukraina. Ia menyambut keputusan AS, tetapi meminta agar proses pengiriman persenjataan dipercepat.

Pasokan Patriot terbatas setelah digunakan dalam perang Iran

Terbatasnya pasokan global menjadi salah satu kendala dalam pengiriman rudal Patriot ke Ukraina. Permintaan terhadap rudal pencegat tersebut meningkat setelah AS menggunakannya dalam perang melawan Iran.

Di sisi lain, produksi rudal berteknologi tinggi itu membutuhkan fasilitas khusus dan waktu yang panjang. Belum ada kepastian mengenai jadwal produksi maupun pengiriman untuk memenuhi pesanan terbaru Ukraina.

Pada Juli 2026, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan Washington belum menyetujui pemberian lisensi kepada Ukraina untuk memproduksi rudal Patriot sendiri.

Pernyataan itu muncul sekitar tiga pekan setelah Trump sebelumnya menawarkan kemungkinan produksi rudal tersebut di Ukraina. Belum adanya kepastian mengenai produksi dalam negeri membuat Kyiv masih bergantung pada pengadaan dari AS dan negara-negara mitranya.

Hubungan Trump dan Zelensky sempat mengalami ketegangan

Persetujuan penjualan rudal Patriot diumumkan setelah hubungan Trump dan Zelensky sempat memanas pada awal Oktober.

Ketegangan meningkat setelah Washington melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Rusia sebagai bagian dari kesepakatan untuk memperoleh pasokan solar dari negara tersebut.

Trump juga sempat menyatakan Ukraina membutuhkan pemimpin baru untuk mencapai kesepakatan damai dengan Rusia. Pernyataan itu menambah ketegangan antara Washington dan Kyiv di tengah perang yang masih berlangsung.

Namun, hubungan kedua negara dilaporkan mulai membaik setelah Zelensky bertemu dengan utusan AS di Oslo, Norwegia, pada 20 Oktober. Persetujuan terbaru atas penjualan rudal Patriot menjadi salah satu perkembangan dalam kerja sama pertahanan kedua negara.

Perang Rusia-Ukraina masih berlangsung sejak 2022

Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022. Sebelumnya, Moskwa telah merebut Semenanjung Krimea dan menguasai sebagian wilayah Donbas di Ukraina timur.

Sejak invasi tersebut, kedua negara terus terlibat dalam perang yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa dalam jumlah besar. Meski upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih berlangsung, serangan udara Rusia terhadap Ukraina belum berhenti.

Dukungan militer dan keuangan dari sejumlah negara Eropa juga terus mengalir kepada Kyiv.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat, sejumlah diplomat Eropa menyampaikan protes atas kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Mereka menolak mengikuti sesi foto bersama sebagai bentuk protes terhadap perang Rusia di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband turut mengkritik Rusia dalam pertemuan tersebut.

"Izinkan saya menyampaikan ini secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Rusia: Kita semua tahu siapa agresor dalam perang ini," katanya.

Bagi Ukraina, tambahan 500 rudal Patriot diharapkan dapat memperkuat pertahanan udara menghadapi serangan Rusia. Namun, persetujuan penjualan belum menjamin persenjataan itu segera tiba di Kyiv.

Di tengah meningkatnya serangan menjelang musim dingin, kepastian jadwal dan kecepatan pengiriman menjadi persoalan penting bagi pemerintah Ukraina.

YF
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update