Strategi Swasembada Susu 2029: Kementan Genjot Populasi Sapi Perah Lokal
Pahamekonomi.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memasang target ambisius untuk mendatangkan atau menambah setidaknya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029 mendatang. Langkah masif ini dirancang guna menggenjot produksi susu segar dalam negeri sekaligus menekan angka ketergantungan terhadap produk impor secara drastis pada 2030, mengingat kapasitas domestik saat ini baru sanggup mencukupi sekitar 20 persen dari total kebutuhan nasional.
Guna memastikan percepatan populasi tersebut berjalan efektif, pemerintah menyiapkan berbagai bentuk fasilitas penunjang bagi para peternak. Bantuan yang disalurkan mencakup subsidi uang muka untuk pembelian sapi, penyediaan asuransi, pembangunan kandang, hingga pengadaan alat perah moderen, di samping opsi pendanaan alternatif melalui skema pembiayaan perbankan. Di sisi lain, jaminan rantai pasar juga menjadi fokus utama agar seluruh hasil pemerahan susu segar dari peternak lokal dapat terserap sepenuhnya tanpa hambatan oleh industri.
Peran sentral koperasi dalam mengonsolidasikan peternak turut menjadi sorotan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur yang terletak di Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Koperasi dinilai memiliki posisi strategis bukan sekadar sebagai wadah penampung dan pemasar hasil susu, melainkan juga instrumen vital dalam menyediakan pasokan pakan, layanan kesehatan hewan, hingga akses permodalan langsung bagi para anggotanya.
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih membayangi upaya pengembangan sektor persusuan nasional, khususnya terkait ketersediaan bahan baku pakan yang memadai. Para pelaku usaha peternakan dan pemerintah daerah setempat sepakat bahwa penguatan pasokan pakan hijauan serta iklim kemitraan yang sehat antara koperasi dan industri pengolahan merupakan kunci utama demi menjamin keberlanjutan bisnis peternak sapi perah di tanah air ke depan.
