Cara Dapat Rekening Gratis Pemerintah Berisi Saldo Rp50 Ribu dan Jadwal Berlakunya
Pahamekonomi.com - Pemerintah Republik Indonesia mematangkan rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) secara digital melalui program pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat. Program inklusi keuangan nasional ini menyasar warga yang genap berusia 17 tahun serta puluhan juta masyarakat miskin agar dapat menerima berbagai bentuk bantuan dari negara secara langsung dan transparan.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp11 triliun untuk menjangkau target jangka panjang hingga 200 juta penduduk. Setiap pemilik rekening baru tidak hanya dibebaskan dari biaya pembuatan dan biaya administrasi, tetapi juga langsung menerima hadiah saldo awal sebesar Rp50.000 yang ditanggung oleh negara. Pembukaan rekening ini bakal diintegrasikan secara otomatis saat warga mengurus pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Guna mendukung megaproyek transformasi digital tersebut, pemerintah merangkul dua bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI). Selain menyasar sekitar 50 juta warga tergolong masyarakat termiskin sebagai penerima bansos cashless, fasilitasi akun keuangan formal ini diberikan tanpa diskriminasi kepada seluruh warga negara yang memasuki usia dewasa.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan tujuan mendasar di balik instruksi presiden terkait fasilitasi rekening bansos ini.
"Itu arahan presiden. Nah, dengan begitu membawa keadilan. Ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita," ujar Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa skema penyaluran nontunai secara langsung ke rekening pribadi akan meminimalisasi praktik korupsi sekaligus mendorong mekanisme pasar yang lebih terbuka dalam pemenuhan kebutuhan pokok harian.
"Jadi, hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam. Jadi, di lapangan nanti akan jadi market mechanism. Jadi, membuat kita lebih transparan," paparnya.
Mekanisme teknis integrasi pembukaan rekening otomatis ini turut dipaparkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebut sinergi data kependudukan menjadi kunci utama pelaksanaan program di lapangan.
"Nanti kita kerja sama dengan Dukcapil mengenai data-datanya. Begitu mereka usianya 17 tahun, langsung otomatis dikasih KTP dan dikasih rekening," ujar Airlangga.
Meski saldo awal dapat digunakan atau ditarik oleh pemiliknya, pemerintah menegaskan pengawasan ketat terhadap penggunaan rekening perbankan tersebut. Airlangga mengingatkan agar fasilitas perbankan dari negara ini dipergunakan sebagaimana mestinya dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas perjudian siber.
